Sebenarnya sarung tenun dengan bahan sutera
itu tahan kotor dan mudah untuk dibersihkan. Jika kita selalu memperhatikan
cara pencucian yang benar maka sarung tenun sutera kita dapat lebih awet dan
warnanya tidak pudar (tetap terjaga). Perlaukan terhadap kain berbahan sutera
memang berbeda dengan bahan lain, terutama dalam hal mencuci. (Baca juga: kaligrafi tapis murah)
Untuk kain sarung
tenun sutera sebaiknya dilakukan pencucian kering/tanpa air (dry clean) karena lebih
praktis dan mudah (tersedia di banyak laundry menu cuci dry clean), tetapi
kalau anda ingin melakukan dengan mencuci dengan cara basah (wet clean), maka
anda harus memperhatikan cara-cara mencuci yang benar, nah dibawah ini beberapa
cara yang lazim digunakan untuk mencuci sarung tenun berbahan sutra.
Cara mencuci sarung tenun yang benar :
Pertama, jangan mencuci menggunakan mesin
cuci.
Kedua, air pencucian boleh menggunakan air PDAM, air sumur atau air dari sumber
mata air yang lain, namun tidak diperbolehkan menggunakan air hujan langsung
karena kadar asamnya tinggi.
Ketiga, sarung dicuci dengan air yang banyak (kira-kira 50 liter) tapi tidak
menggunakan sabun atau detergen.
Keempat, jika memiliki lebih dari satu sarung sutera, maka jangan mencuci
secara bersamaan, harus satu persatu, bekas air cucian satu sarung tidak boleh
dipakai untuk sarung yang lain.
Kelima, dalam mencuci, sarung jangan direndam ( ditaruh lama dalam air), hanya
dilorot yaitu dicelup dan diangkat beberapa kali lebih kurang 5-7 kali.
Keenam, selanjutnya diperas sampai merata lalu segera dijemur di tempat teduh
yang tidak langsung kena sinar matahari.
Ketujuh, saat menjemur sarung sutera dianjurkan menggunakan batangan
pipa/kayu/bambu atas bawah (lihat gambar) supaya kain tidak saling menempel dan
warnanya tidak bernoda
Kedelapan, selanjutnya jika sudah kering, maka sarung tenun siap untuk
diseterika (catatan: pada saat menyeterika jangan menggunakan suhu yang panas,
gunakan pilihan yang sedang saja.
Sumber:
https://kendillaundry.wordpress.com
No comments:
Post a Comment